Hikmah Silaturahmi Dua Alumni yang Jadi Bupati, Persyarikatan dapat Bantuan Mobil Ambulan

Muhammadiyah Nganjuk – Sepertinya akan jadi sebuah tradisi yang akan diteruskan ke masa-masa yang akan datang, yaitu tradisi Halal Bihalal dan Silaturahmi antara Persyarikatan Muhammadiyah Nganjuk dan Pemkab. Nganjuk. Diadakan di tempat yang sama tiap tahun (Pendopo KRT Sosrokusumo) Pemkab Nganjuk. Acara ini sudah dilakukan beberapa tahun berturut-turut setiap musim lebararan, dan selalu menghadirkan pejabat tingkat pusat.

Ustadz Juwari, S.Pd. alumni SPG Nganjuk tahun 1980-an, sekarang menjabat “Bupati” Muhammadiyah Nganjuk dalam sambutannya menyebut Kepala Pemerintahan Kabupaten Nganjuk (Bupati) dengan Mas Bayan (panggilan akrab saat masih sekolah) mengucapkan Taqobalallahu wa minkum dalam mengawali sambutannya.

Juga ucapan terima kasih disampaikan atas hubungan mesra antara PDM Nganjuk dan Pemkab Nganjuk yang terjalin selama ini. Mereka menyebutnya hubungan yang “mesra” antara PDM dan Pemkab. karena apabila salah satu minta apa saja mereka tak bisa saling menolak.

Seperti yang terjadi kemarin, Sabtu, 4 April 2026, Direktur IT Digital & Operasional Bank Jatim, Wiweko Probojakti, melalui Bupati Nganjuk Dr. Drs. Marhaen Jumadi, A.Md., S.E, S.H, M.M, M.BA, menyerahkan satu unit mobil ambulan kepada Lazismu.

Wiweko Probojati, mewakili 38 Cabang BPD dan 7000 karyawan mengucapkan Selamat ultah Nganjuk yang biasa diperingati di bulan April. Selanjutnya disampaikan juga bahwa BPD Cabang Nganjuk merupakan miniatur BPD Jatim karena keberhasilannya menjalankan tugas. Ini dibuktikan dengan aset sebesar Rp 1,7 T, sebagai satu ketentuan yang harus dipenuh oleh sebuah Cabang BPD. Sementara itu BPD jatim sendiri beraset
170 T, dan sebagai induk 5 BPD provinsi, karena ada pembatasan bahwa BPD Provinsi Harus beraset 3 T yang tak bisa harus menginduk di BPD yang beraset besar.

Mobil Ambulan Bantuan dari Bupati Nganjuk berasal dari program CSR Bank Jatim

Bupati Nganjuk menyambut kedatangan P. Wamen penuh kegembiraan. Beliau tahu banyak tentang Pak Wamen melalui banyak membaca buku karya Pak Wamen. Belia sebutkan bahwa P. Wamen masih muda (47 tahun) sudah doktor dan banyak karyanya. Pak Wamen juga disebut tokoh digitalisasi pendidikan dan yang membuat konsep 7 kebiasaan anak Indonesia. Ini harus menjadi inspirasi anak muda di Nganjuk agar mempunyai spirit dalam berkarya. Jangan selalu pikirkan koin, tapi pikirkan poin, yang berupa semangat berjuang berkarya dan terus belajar dan berliterasi.

Di akhir sambutannya Bupati menyebut orang yang disayangi sekaligus ditakuti adalah istri. Bagi Bupati istri bukan hanya Panglima tapi Pangenam (paling ditakuti) Ide yang mengejutkan, dihadapan Pak Wamen mengusulkan ada kurikulum ‘kesengsaraan’ yang bertujuan membangun kesadaran pada anak tentang tanggung jawab. Karena di zaman yang serba mudah dan ada membuat anak kurang kreatif. Nganjuk siap jadi pilot proyek untuk uji coba.

Penulis : Panggih Riyadi, S.Pd.

Tulisan Terkait

Back to top button