Ahmad Hasyim : “Wong Bejo” Yang Penyabar Dan Penyantun

Dan yang lebih “sadis” lagi pihak yang memerintahkan untuk menghentikan Pom Bensin tersebut (pihak Pemda) sebelum dibongkar selama lima tahun dipinjam Pemda dengan menggunakan ijin atas nama Ahmad Hasyim dan teleponnya tanpa kompensasi apa pun. Di Jalan Ahmad Yani waktu itu yang punya telepon barulah Ahad Hasyim, nomor telponnya 33. Kata orang sekarang “entah dari apa hati seorang Ahmad Hasyim dibuat.. Jadi di tingkat lokal pun Muhammadiyah pada tahun 60 – an di Nganjuk melalui Ahmad Hasyim sudah melaksanakan slogan “memberi untuk negeri.
Putra dari pasangan Raden Cokro Dimejo, seorang Pamong Praja dengan Ibu Mariam ini mempunyai riwayat pendidikan sebagai berikut: Sekolah Rakyat (SR) Ongko Loro (sekarang Sekolah.Dasar Cuma dua tahun), kemudian MULO, dan terakhir Kweekschool (Sekolah Guru). Selain sebagai guru seorang Ahmad Hasyim juga dikenal sebagai pengusaha dan bahkan pernah jadi Wakil Rakyat. Sebagai pengusaha seorang Ahmad Hasyim mempunyai aneka macam usaha. Pernah menjadi agen minyak tanah, toko material bangunan dan memiliki perkebunan tebu, kerja sama dengan pabrik gula.
Generasi Kedua dari Profesi Guru dan Enterpreneur
Ahmad Hasyim amat lekat dengan Muhammadiyah Nganjuk. Meski eksistensi Beliau ada pada era Generasi Kedua di Persyarikatan Muhammadiyah tapi menjadi fenomal karena gerakan dan gebrakan yang dilakukan Mohammad Hasyim bersama istrinya yang total mengabdikan diri untuk kemajuan Persyarikatan. Apa yang Beliau punya ikhlas diberikan untuk Persyarikatan hingga akhir hayatnya. Nama Mohammad Hasyim sangat familier. Di Muhammadiyah dikenal dermawan bukan hanya untuk persyarikatan tapi juga untuk masyarakat luas. pergaulannya mulai rakyat biasa hingga Bupati. Maka Mohammad Hasyim sering dimintai pertimbangan ketika pimpinan daerah mengambl sebuah kebijakan dan tak ada acara penting di Pendopo Kabupaten tanpa kehadiran seorang Mohammad Hasyim.