Menembus Jalan Terjal di Tengah Gelap, Muhammadiyah Nganjuk melalui Lazismu Bawa 8.000 Liter Harapan

Nganjuk, 14 Oktober 2026 – Ketika langit kelam menyelimuti pelosok Nganjuk, dan bumi yang retak menanti tetes hujan yang tak kunjung datang, sebuah rombongan kecil melaju menembus gelap. Di tengah kekeringan yang mencengkeram sebagian wilayah Kabupaten Nganjuk, Muhammadiyah Nganjuk melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Nganjuk mengulurkan tangan kasihnya. Pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, sebanyak 8.000 liter air bersih dikirimkan ke Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong — sebuah tetesan rahmat yang didistribusikan ke lima titik, bagi mereka yang telah lama dahaga akan kehidupan.
Malam itu, jalan yang ditempuh bukanlah jalan yang bersahabat. Ia berkelok, menanjak, dan berbatu — seakan menguji seberapa dalam kesungguhan hati yang membawa misi kemanusiaan. Namun, kegelapan tidak pernah mampu memadamkan nyala jiwa sosial. Justru di tengah gelap itulah, cahaya kepedulian bersinar paling terang. Para relawan melangkah tanpa ragu, karena mereka tahu — di ujung jalan yang ekstrem itu, ada saudara-saudara yang menanti setetes harapan.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang Tolong-Menolong
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 2:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Mā’idah: 2)
Ayat ini bukan sekadar perintah, melainkan seruan nurani — bahwa iman yang sejati akan selalu melahirkan gerak tangan untuk menolong. Imam Qurthubi dalam tafsirnya menegaskan bahwa ayat ini merupakan panggilan bagi seluruh makhluk untuk saling menguatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, saling mendorong menuju apa yang diridhai Allah, serta saling menjaga dari apa yang dilarang-Nya.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
“Barang siapa yang menghilangkan satu kesulitan seorang mukmin yang lain dari kesulitannya di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa yang meringankan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan meringankan baginya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Hadis ini adalah janji yang tak pernah ingkar — bahwa setiap tetes keringat, setiap langkah lelah, dan setiap air yang diberikan kepada yang kesulitan, akan kembali kepada pelakunya sebagai kemudahan di dunia dan akhirat. Imam al-Nawawi menjelaskan bahwa hadis ini mengandung keutamaan menunaikan hajat saudara seiman, mendatangkan manfaat bagi mereka, dan memberikan maslahat kepada sesama.
Antusiasme Warga Dusun Sendanggogor
Ketika rombongan akhirnya tiba, malam yang sunyi itu seakan berubah menjadi pesta syukur. Warga Dusun Sendanggogor menyambut dengan mata yang berbinar dan hati yang bergetar. Meski malam telah larut, mereka berduyun-duyun keluar dari rumah, membantu menyalurkan air ke lima titik yang telah ditentukan. Ada yang memanggul jeriken, ada yang menuntun langkah, ada pula yang sekadar berdiri memandang dengan mata berkaca-kaca — menatap air yang bagi mereka adalah kehidupan itu sendiri.
Bagi warga, bantuan ini bukan sekadar air. Ia adalah sumber kehidupan, penawar dahaga, dan yang paling utama — bukti bahwa mereka tidak pernah sendiri. Di tengah kekeringan yang mengeringkan sumur dan menyusutkan harapan, datanglah saudara-saudara yang mengingat mereka.
Dalam misi kemanusiaan itu, Lazismu Nganjuk tidak melangkah sendiri. Mereka bergandengan dengan KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), serta para tokoh penting Muhammadiyah Nganjuk. Turut hadir mendampingi, Wakil Ketua PDM Nganjuk, Bapak Drs. H. Sumilan, M.M., bersama Bapak Andik Joko Santoso, S.Pd., serta Ketua PCM Lengkong, Bapak Arif Sanuri. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata bahwa kepedulian adalah tanggung jawab bersama.

Pengiriman bantuan air bersih ini juga dipandu langsung oleh Bapak Rizki selaku Kasi Pelayanan dan Kesejahteraan Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong. Dengan penuh tanggung jawab, beliau memastikan bahwa setiap tetes air mengalir tepat ke tangan yang membutuhkan — agar tidak ada yang terlewat, dan tidak ada yang sia-sia.
Kegiatan ini bukan sekadar pengiriman bantuan. Ia adalah gerakan sosial yang meneguhkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Muhammadiyah Nganjuk melalui Lazismu, KOKAM, dan MDMC terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat — terutama dalam situasi darurat seperti krisis air bersih. Semangat ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan, karena sejatinya, kepedulian adalah wujud nyata dari iman dan takwa.
Dengan adanya bantuan ini, warga Dusun Sendanggogor diharapkan dapat terpenuhi kebutuhan air bersihnya, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan. Seluruh relawan akan terus berupaya menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial, membuktikan bahwa semangat kemanusiaan adalah wujud nyata kepedulian bagi seluruh alam.
Penulis : Rahmat Solekan




