Begitu Pentingnya Pemulasaraan Jenazah yang Sesuai Syari’at, PCM Loceret adakan Pelatihan

     Memandang begitu pentingnya pemulasaraan jenazah yang sesuai Syari’ah, kali ini PCM Loceret menghadirkan 3 narasumber langsung dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Al Mutaqin Loceret, mulai pk. 06.00 – 08.45. Ini memang istimewa, karena kajian rutin Ahad Pagi biasanya memakan waktu satu jam atau paling lama satu setengah jam.

      Kajian diawali oleh Ustads Ir. H. Aditya Candra yang memaparkan tahap pemulasaraan jenazah berdasarkan kaidah-kaidah yang terdapat dalam buku Putusan Tarjih, Tanya – Jawab Agama Majelis Tarjih, dan buku saku Merawat Jenazah yang dikeluarkan oleh Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah dan diterbitkan oleh Penerbit Suara Muhammadiyah cetakan IX Mei 2024.

     Kajian sempat tersendat sebentar gara-gara Ustads Aditya kehabisan data. Terpaksa dia harus “tatering” dengan Ustads Adib. Penyinkronan kedua gatged Ustad Candra dan Ustad Adib memakan bebera waktu hingga kajian sempat vakum beberapa saat.   

     Ini peringatan untuk para Ustads agar selalu ngecek data sebelum presentasi jika dalam dalam sesi tersebut menggunakad gatged yang terhubung dengan internet agar kajian tidak macet meski sejenak.

TAHAPAN PEMULASARAAN 

     Sebelum tahap pemulasaraan ada catatan penting yang perlu diperhatikan yaitu: pertama, saat sakratul maut harus ada yang mentakilkan (menuntun) bacaan syahadat bagi orang yang sakratul maut, paling tidak ucapan tahlil “lailaha ilallah, bukan dibacakan Surat Yasin. Tahapan pemulasaran jenazah dimulai dari : 1) memandikan jenazah, 2) mengafani, menshalatkan, 3) persiapan penguburan, 4) mengusung jenazah, dan 5) penguburan jenazah.

PRAKTIK PEMULASARAAN JENAZAH

Sesi berikutnya adalah praktik pemulasaraan jenazah. Sesi ini dipandu oleh Ustads M. Adib Abdul Haris (Penyuluh Agama Islam KUA Pace) dan Ustads Zaenal (Guru SMA Negeri 1 Nganjuk). Dalam pengantarnya sebelum praktik Ustad Adib mengingatkan pentingnya menyegerakan pemulasaraan jenazah. Hal ini dikandung maksud agar jenazah yang baru meninggal badannya masih hangat dan tidak kaku sehingga jenazah mudah ditangani. Misalnya mulut jenazah yang menganga mudah dikatupkan kemudian ditali agar tidak nganga lagi.

       Ada peserta kajian yang bertanya, “Bagaimana trik untuk mengatupkan mata pada jenazah yang melotot. Ustad Adib memberikan trik dengan memijat jari jempol kaki si mayat berulang-ulang. Dari peserta kajian ada juga yang memberikan trik, yaltu dengan membasahi kelopak mata dan area sekitar alis dengan air teh untuk melemaskan.

     Sementara itu Ustads Zainal menekankan bahwa yang menangani pemulasaraan jenazah paling tidak terdiri dua tim, yaitu tim yang memandikan dan tim mengafani. Dan Ustad Candra mewanti-wanti agar jenazah perempuan dimandikan oleh perempuan. Jangan sampai jenazah perempuan dimandikan oleh Pak Modin. Di sinilah pentingnya adanya tim pemandi jenazah baik bapak-bapak maupun ibu di lingkungan kita masing-masing.

Penulis : Panggih Riyadi

Tulisan Terkait

Back to top button