Ber-Muhammadiyah untuk Meraih SurgaKajian oleh K.H Dr. Fathurrahman Kamal, Lc. M.Si (Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah)

Dalam Kajian Ahad Pagi PDM Nganjuk, Ahad 8/1/2026 Kyai Fathurrahman Pemateri Pembekalan 1 dalam even Pembekalan Dai Muda Muhammadiyah Nganjuk mendoakan Ketua PDM Nganjuk masuk surga dan disebutnya juga Ketua PDM adalah Ketua Pimpinan masuk surga karena tujuan Bermuhammadiyah adalah menuju surga.
Problem manusia utama kini adalah despiritualisasi dan menuhankan akal, serta mengutamakan hawa nafsu. Hasil Muktamar ke- 45 di Malang sudah mengingatkan tentang bahaya despiritualisasi. Beliau mencontohkan bahwa di sekitar rumah ibadah di Arab sekarang banyak didapati wanita tanpa hijab, ada juga orang antri beli khamr. Pemandangan di Laut Merah seperti di Bali. Namun beliau katakan, apakah Masjid Nabawi dan Ka’bah terpengaruh? Beliau katakan tidak, selama tauhid terjaga. Di sana masih banyak yang taat dan miliaran kalimat tauhid terus bergema sepanjang masa.
Di sisi lain kondisi bahaya lain muncul ketika Allah mewafatkan orang berilmu. Saat itu muncullah orang dzalim. Oleh sebab itu pentingnya pembekalan kepada generasi muda dengan ilmu agama dan memperbanyak dai-dai yang mumpuni. Alhamdulillah Muhammadiyah sudah mempunyai 60 Dai hafis Quran di Tri poli.
Bahayanya despiritualisasi adalah tindakan manusia yang melanggar asas kemanusiaan. Misalnya Di Jepang hari ini kekurangan penduduk karena wanita di Jepang banyak yang tak mau hamil. Hal ini disebabkan wanita yang mempunyai anak dianggap seperti pembantu. Untuk menanggulangi hal ini, Pemerintah Jepang sampai memberi insentif kepada keluarga sesuai dengan jumlah anak. Jepang negeri kaya tapi minus rohani.
Pesan penting bagi wargaMu harus menempatkan Wahyu di atas akal. Bagi pimpinan AUM dalam mengambil kebijakan harus bermusyawarah. Tak rugi bermusyawarah. Pimpinan AUM harus itcon yaitu profesional dan totalitas. SOP- nya, musyawarah, istikharoh baru lakukan tindakan dengan begitu kita tak meninggalkan Allah.
Bermuhammadiyah jalan berakselerasi kebaikan untuk masuk surga. Oleh sebab itu orang Muhammadiyah harus bertauhid, bermanfaat dan bersyariat hingga orang Muhammadiyah takboleh sombong, takboleh menjelekkan orang lain, anggap orang lain lebih rendah dari dirinya, jangan mudah menyesatkan, dan harus berlaku ihsan.
Nilai agama harus menjadi ruh bagi generasi muda sangat penting karena sekarang 60% terpapar sifat agnotisme, atau mendewakan tekonologi.
Untuk itu Majelis Tabligh PP Muhammadiyah mencari dan mendidik generasi muda untuk jadi mubaligh. Oleh sebab itu jika di sini ada generasi muda yang hafal 10 juz agar dikirimkan namanya pada Kyai Faturrahman.
Penulis : Panggih Riyadi, S.Pd.



