Kelas Perempuan Nasyiah Nganjuk : Perempuan Cerdas, Perempuan Tangguh, Perempuan Shalihah

Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Nganjuk menginisiasi kegiatan Kelas Perempuan sebagai langkah awal dalam gerakan memajukan Perempuan Indonesia. Perihal yang menjadi gagasan terwujudnya kegiatan ini adalah profil perempuan Indonesia yang saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dilematis. Di satu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, di sisi lain muncul tuntutan agar perempuan Indonesia tidak melupakan kodrat sebagai perempuan. Situasi dilematis yang dihadapi oleh para perempuan dialami oleh perempuan Indonesia yang berkarir. Perempuan karir merasa terpanggil untuk mendarmabaktikan bakat dan keahliannya bagi perkembangan bangsa dan negara.

Salah satu tantangan Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah mengentaskan perempuan sebagai kelompok rentan. Penyebab kerentanan di antaranya kesenjangan gender, kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikis, kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, dan sebagainya. Pada era digital ini, telah dijumpai perempuan mengalami rape threat atau serangan yang menyasar objektifikasi seksual pada tubuh melalui foto atau video yang diunggah melalui media sosial; keterlibatan aktivitas secara daring kerap membuat kita memberikan identitas diri yang dapat disalahgunakan seperti terjerat pencurian data diri untuk kejahatan; kondisi ekonomi yang lemah membuat perempuan berpotensi terjerat pinjaman online dengan bunga besar; media sosial memfasilitasi komunikasi mudah tanpa terhalang jarak membuat perempuan bertemu dengan berbagi orang tanpa mengetahui latar belakang yang sesungguhnya; melalui teknologi informasi, pengetahuan disuguhkan dengan mudah tanpa dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis sehingga perempuan berpotensi terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 1 Desember 2024 ini menarik antusiasme remaja muslimah yang notabene mereka merupakan generasi yang rentan. Rentan terhadap kekerasan fisik, mental, dan sosial.

Pada kegiatan yang mengusung tema “Kerentanan Perempuan pada generasi Z” ini, Yunda Claudia menyampaikan bahwa perempuan harus bisa “Menahan Diri”. menahan diri untuk tidak berbuat maksiat, menahan diri dari membuka aurat, menahan diri agar tidak mudah terseret pergaulan bebas, serta menahan diri dari segala hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Peserta Kegiatan Kelas Perempuan PDNA, Antusias Memperhatikan Materi dari Narasumber

Agenda yang dihadiri oleh remaja putri Panti Asuhan ‘Aisyiyah Nganjuk serta santri Pondok Pesantren Nurul Qur’an ‘Aisyiyah Nganjuk sebagai peserta; mereka tidak sekedar mendengar pemaparan materi saja, namun mereka juga dikawal untuk aktif berdiskusi serta menyampaikan gagasan mereka mengenai perempuan.

Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang mampu menginspirasi perubahan, mengukir prestasi, dan membawa manfaat bagi diri, keluarga, serta masyarakat; ungkap Dr. Alifah Hasna salah satu LO dalam suatu kelompok Diskusi. Nasyiatul Aisyiyah hadir untuk memajukan perempuan, menjadikan mereka lebih tangguh dan penuh kasih dalam setiap langkah perjuangan; Imbuhnya.

Tak hanya itu saja, Yunda Saidah turut mengemukakan pendapatnya, bahwa Perempuan harus berdaya, kritis, kaya akan gagasan, dan mampu mengatasi segala macam potensi ancaman, tindak kekerasan verbal maupun non verbal.

Perempuan tidak seharusnya terbawa arus sosial yang menomorduakan martabatnya sebagai hamba Allah, berani memperjuangkan untuk memiliki hak ruang amal shalih yang sama sebagai khalifatullah; tambah Yunda Nur’aini.

Setelah terlaksananya Kelas Perempuan ini diharapkan dapat meningkatan kepekaan perempuan tehadap ancaman-ancaman fisik, psikis, dan sosial di kehidupan nyata maupun melalui media sosial. Kelas Perempuan merupakan program yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten nganjuk dalam rangka untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya perempuan dalam kehidupan kita; selain itu, juga untuk membangun semangat perempuan ke arah yang lebih baik.

Penulis : Amanatur Ria

Tulisan Terkait

Back to top button