Sambut Ramadhan Sebagai Momentum Pencerahan Spiritual

Pengajian Ahad Pagi Fajar Mubarok tanggal 9 Februari 2025, yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk. Acara ini berlangsung di halaman SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, Jl. Panglima Sudirman 17, Nganjuk, pada pukul 06.00 – 07.30 WIB.
Pengajian kali ini menghadirkan pembicara utama, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp. S, M.Kes., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang menyampaikan ceramah bertema “Ramadhan dan Pencerahan Spiritual.” Beliau mengawali tausiyah dengan mengutip firman Allah dalam Ali Imran ayat 133:
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya persiapan menjelang Ramadhan, baik secara spiritual maupun dalam memakmurkan masjid. Panitia diingatkan untuk menyiapkan berbagai aspek, seperti kebersihan tempat ibadah, materi ceramah yang variatif, pemateri yang kompeten, serta kebutuhan imam, takjil, dan program-program lain yang mendukung ibadah di bulan suci.
Beliau juga menukil pandangan Imam Al-Ghazali bahwa barakah adalah bertambahnya kebaikan. Sehingga, Ramadhan seharusnya menjadi momentum latihan untuk meningkatkan ketakwaan, bukan hanya sekadar peningkatan jumlah jamaah di masjid yang kemudian berkurang setelah bulan suci berakhir.
Dalam tausiyahnya, dr. Agus Taufiqurrahman juga mengingatkan tentang keutamaan bersedekah, sebagaimana dalam Al-Baqarah ayat 261 yang menggambarkan pahala sedekah yang berlipat ganda.
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.
Beliau mencontohkan kisah KH. Ahmad Dahlan yang pernah melelang barang demi menggaji guru-guru Muhammadiyah, di mana para muridnya membeli barang tersebut namun tidak mengambilnya kembali sebagai bentuk donasi.
Selain itu, beliau menyampaikan tiga tanda kematian yang harus disadari manusia:
- Al-Qot (waktu yang telah ditentukan),
- Asbab (sebab kematian),
- Ankan (tempat kematian).
Beliau menekankan agar manusia tidak terlena dengan kesehatan, karena kematian tidak selalu identik dengan penyakit. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya mengendalikan emosi dengan menukil hadits Rasulullah: “La taghdob” (Jangan marah), maka bagimu surga.” Dijelaskan bahwa sering marah dapat meningkatkan hormon katekolamin, yang berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan stroke.
Pengajian ditutup dengan nasihat bahwa kehidupan harus bernilai ibadah,
diikuti dengan penyerahan wakaf tunai untuk pembebasan lahan di Morobau oleh PDM Nganjuk serta peluncuran Bengkel Keliling online yang diberi nama OJB yang dikelola oleh PDPM Nganjuk sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi umat.
Penulis : M. Fahru Zuhdi