Silaturahmi MPKU Pusat dengan PDM Nganjuk dan Program Pendampingan ILP Hasilkan Keputusan Ini

Tiga kecamatan di Kabupaten Nganjuk akan mendapatkan Program Penguatan Integrasi Layan Primer (ILP) di bidang kesehatan. Adapun tiga kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Kertosono, Baron dan Berbek. Hal ini disampaikan oleh Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR., Sekretaris MPKU PP Muhammadiyah, pada hari Jumat, (20/12/2024) dalam acara Pendampingan ILP yang bertempat di Ruang Madina Lt. 2, RS Islam ‘Aisyiyah Nganjuk.

Acara yang dikemas dalam tajuk “Silaturahim MPKU Pusat dengan PDM Nganjuk dan Program Pendampingan ILP” ini dihadiri oleh Ketua PDM Nganjuk Ustaz Juwari, Ketua PDA Nganjuk Ibu Novita Ruly, Direktur RSI Islam dr. Agus Pribadi, Sekretaris MPKU PDM Nganjuk Pak Emil Subhan (Ketua MPKU Nganjuk dr. Kasbun Allah berhalangan hadir) dan utusan Ortom ‘Aisyiyah, IPM serta kader yang berprofesi Nakes.Ketua PDM Nganjuk dalam sambutan singkatnya bahwa, “Kondisi masyarakat Nganjuk kemiskinan masih tinggi, namun demikian PDM Nganjuk berkomitmen kuat untuk berjuang di bidang kesehatan dalam rangka men- suport Muhammadiyah dan Membangun Kesehatan Bangsa,” ungkapnya.

Beliau mencontohkan, di Sukomoro tanah waqaf dari Dr. Agus Suradika sedang dipersiapkan untuk sebuah klinik. Kemudian, waqaf tanah di Kecamatan Tanjunganom dan di Kecamatan Bagor waqaf tanah yang cukup luas yang rencananya didirikan Pesantren Internasional juga masih dimungkinkan didirikan sebuah klinik.

Dr. Ekorini mengatakan sebelum memberikan arahan Beliau bersama rombongan “Kulo nuwun” pada Ketua PDM Nganjuk untuk Program Pendampingan ILP ini dengan harapan dapat membantu program ini dengan menyediakan kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Nganjuk dari berbagai profesi untuk dijadikan bagian kader dalam program IPP ini. Setiap Kabupaten dibutuhkan 42 kader dari kecamatan hingga desa.

Lembaga yang memberikan pendampingan adalah USAID Mentari – PHC (Public Health Center) MPKU PP Muhammadiyah. Lembaga ini terbentuk atas kerja sama antara USAID, Menkes dan MPKU. Penyandang dana USAID dan Kementrian Kesehatan sebagai fasilitatornya.USAID Mentari – PHC MPKU PP Muhammadiyah mempunyai tujuan meningkatkan akses kualitas dan manajemen perawatan kesehatan primer di Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa timur. Secara operasional, mendukung Puskesmas, Pustu (puskemas pembantu) dan Posyandu, memperkuat Nakes dan kader, meningkatkan avokasi kebijakan kesehatan untuk mempercepat pelaksanaan ILP di area intervensi, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Harus Mempunyai Dokumen

Tentu tidak mudah untuk memperoleh bantuan dari USAID. Kita harus punya dokumen lengkap. Ketika lembaga akan mendapat bantuan harus mengikuti “due diligent” atau uji kelayakan. Di situ akan ditanyakan, “Apa yang sudah Anda lakukan dan apa yang kau punya?” Bagaimana menjawabnya secara tepat? Ya harus menyerahkan dokumen yang cukup banyak.

Oleh sebab itu Dr. Ekorini sangat menyarankan setiap majelis, lembaga dan ortom wajib menulis apa yang telah dan akan dikerjakan. “Karena ketika kita akan jalin kerja sama dengan lembaga lain terutama dari luar negeri kita harus menyiapkan dokumen yang banyak dan saat itu kita tidak repot mempersiapkannya,” ujarnya.

Ada cerita menarik dari Dr. Ekorini pada tahun 2019 yaitu saat Ketua PP menemui Bapak Presiden untuk mengajukan permohonan agar Presiden berkenan membuka Muktamar Muhammadiyah namun gagal karena pandemi Covid-19, malah ditantang Muhammadiyah berani sediakan Rumah Sakit berapa untuk penanggulangan wabah Covid-19. Setelah koordinasi dengan berbagai daerah dijawablah 15 RS tapi ternyata yang siap malah 20 RS. Dan akhirnya yang siap layanan Covid 40 RS. Begitulah Peran Muhammadiyah Membangun Kesehatan Bangsa begitu nyata.

Jejaring Rumah Sakit Muhammadiyah terbesar di Indonesia. Ia berada di 17 Provinsi di Indonesia. Kini sedang dibangun 18 rumah sakit termasuk yang di Kupang yang “groundbreaking” -nya disaksikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir pada saat Sidang Tanwir dan Milad Muhammadiyah Ke- 112 pada bulan November yang lalu. (*)

Reporter: Panggih Riyadi | Editor: Septi Sartika

Tulisan Terkait

Back to top button