WARGA MUHAMMADIYAH KOTA NGANJUK GELAR SHOLAT IED 1446 H DI HALAMAN GOR BUNGKARNO NGANJUK

Warga Muhammadiyah Nganjuk menggelar Sholat Idul Fitri 1446 H di Halaman GOR Bung Karno, Nganjuk, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk. Acara tersebut diinisiasi oleh gabungan empat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dari Kelurahan Mangundikaran, Begadung, Warungotok, dan Payaman, serta PRM Gabung Kidul, Kecamatan Nganjuk. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan menyelenggarakan ibadah secara berjamaah dengan penuh kekhidmatan. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung lancar dan tertib dengan pengawalan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kehadiran Banser menunjukkan sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan ibadah bagi jamaah yang hadir. Ketua PRM Warungotok, Mijan, SH, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Sholat Idul Fitri di GOR Bung Karno sudah memasuki tahun kelima. “Alhamdulillah, kegiatan ini terus mendapat respons positif dari warga. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dalam beribadah tetap terjaga di tengah masyarakat Muhammadiyah Nganjuk,” ujarnya.
Sholat Idul Fitri semakin khusyuk dengan penyampaian Khutbah oleh Ustazd Ikhwan Ashofa dari LAZISMU Jawa Tengah. Dalam khutbahnya, Ustadz yang menjabat sebagai Manajer Area mengajak jamaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat, khususnya fakir miskin dan anak yatim. Ia mengutip Surat Al-Ma’un sebagai dasar pentingnya berbagi dan membantu sesama.
Sebagai Manajer Area LAZISMU Jawa Tengah, Ustadz Ikhwan juga mengingatkan pentingnya menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga resmi. “Sedekah boleh disalurkan sendiri, tetapi zakat harus melalui lembaga-lembaga resmi seperti LAZISMU, BAZNAS, atau lembaga sejenisnya,” tegasnya. Ketua PRM Mangundikaran Utara, M. Roissudin, M.Pd, menambahkan bahwa pelaksanaan Sholat Id di lapangan merupakan bagian dari sunnah Rasulullah dan syiar dakwah Islam yang harus terus dijaga. “Rasulullah senantiasa menggelar Sholat Id di tanah lapang sebagai bagian dari syiar Islam,” ujarnya. Rangkaian Sholat Idul Fitri dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan menggaungkan takbir, tahmid, dan tahlil. Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri pada pukul 07.30 WIB. Setelah sholat, para jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menandai kebersamaan dan keharmonisan dalam merayakan hari kemenangan.
Penulis : M.Roissudin