Halal Bihalal SMK Muh. 1 Nganjuk : Menjadi Manusia Mulia Dengan Memaafkan

Dalam tauziahnya pada acara Halal Bihalal dan Silaturhim di SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk, Sabtu 28/03/2026 Ustadz Sinasan menyatakan bahwa manusia itu makhluk sosial yang diamanahi mengelola bumi.
Dalam mengemban amanah itu pasti terjadi gesekan antar manusia, antara pimpinan dan anak buah di pemerintahan, di persyarikatan atau di AUM (sekolah). Gesekan yang tidak mengenakkan antara suami istri (percerian) di Nganjuk angkanya cukup tinggi yaitu 2000-2500 kasus di tahun ini. Dari perceraian itu akibatnya banyak janda teles dan janda garing, karena ada perceraian yang terjadi pada pasangan yang sudah berumur 75 tahun. Dari kasus ini maka Ustadz Sinasan menyarankan, Jangan mendoakan manten jadi pasangan yang langgeng hingga kakek nenek.

Gesekan itu pasti terjadi karena manusia tempatnya salah dan lalai. Gesekan itu menimbulkan dosa. Islam mengajarkan bahwa memaafkan orang yang mendzaliminya sebelum yang bersangkutan minta maaf itu lebih mulia dan musuh pun bisa jadi teman. Beliau mencontohkan, Wasi yang berhasil menombak paman Nabi dan Hindun yang memakan jantungnya, akhirnya masuk Islam. Karena Nabi Muhammad SAW pun manusia hingga Beliau juga pernah salah.
Pembuktian, kesalahan rasul, bisa jadi syariat. Suatu saat Rasul pernah salat ashar 2 rakaat. Setelah Rasul salam, sahabat bertanya, “Apakah Engkau qashar salat Ashar?” Nabi menjawab, “Tidak.” Lalu sahabat memberi tahu bahwa beliau salat ashar baru 2 rakaat lalu salam. Maka Nabi pun takbir lalu salat 2 rakaat kemudian sujud sahwi setelah salam.
Beliau ingatkan bagi yang salah segera minta maaf untuk kepentingan akhirat.
Jangan sampai jadi orang yang muflish (bangkrut) di akhirat kelak. Sebaliknya orang yang terdzalimi, tidak perlu menunggu orang yang mendzalimi minta maaf.
Gesekan bisa terjadi karena ada pimpinan yang jujur dan baik. Adalah H. Masyhuri Kepala Kemenag Nganjuk tahun 1990-an, ia dibenci, karena tidak mau terima uang bukan haknya. Biasanya ia telusuri asal uang itu lalu disuruh kembalikan sesuai peruntukannya.
Mengakhiri tauziahnya Ustadz Sinasan berpesan ibarat dalam satu Rumah Tangga rahasia AUM jangan diungkap di luar. Lebih baik momunikasikan dengan Majelis yang membawahinya atau pada ketua PDM.
Penulis : Panggih Riyadi




