Muhammadiyah Nganjuk Makin Dicintai, Dihargai dan Dipercayai Empat Belas Bidang Tanah Wakafkan

Seolah berkarya tanpa henti Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Nganjuk untuk menambah aset persyarikatan. Ahad, 12 April 2026 setelah acara Kajian Ahad Pagi “Fajar Mubarrak” PDM Nganjuk di SMAM 1 Nganjuk, Ketua MWK PDM Nganjuk Suparno, S.H. M.H. menyerahkan 14 dokumen Sertifikat Wakaf tanah kepada Ketua PDM Nganjuk. Penyerahan itu ditandai dengan penandatangan Berita Acara Serah Terima oleh kedua belah pihak, yaitu Ketua MWK PDM Nganjuk kepada Ketua PDM Nganjuk Ustads Juwari, S.Pd. Berikut rincian 14 belas sertifikat tersebut:

  1. SW No. 1569/Ganungkidul, Ganungkidul, Nganjuk untuk kantor Lazizmu;
  2. SW No. 57520/Kemlokolegi; Klemokolegi, untuk PAUD Inovatif A’isyiyah;
  3. SW No. 55752/Kemlokolegi, Kemlokolegi
    PAUD Inovatif Aisyiyah;
  4. SW No. 57289/Jegreg, Jegreg Lengkong, Mushola;
  5. SW No. 56750/Klurahan, Klurahan Ngronggot Masjid al Ikhwan;
  6. SW No. 11106/Tanjungkalang Ngronggot, Masjid Arjunallah;
  7. SW No. 62631/Kerepkidul, Kerrpkidul Bagor, Masjid;
  8. SW No. 63164/Kerepkidul, Kerepmidul, Masjid;
  9. SW No. 62632/Kerepkidul, Kerepkidul, Bagor, Masjid;
  10. SW No. 62630/Kerepkidul, Kerepkidul, Bagor, Masjid;
  11. SW No. 55062/Paron, Paron, Bagor, Mushola dan Tahfidz Quran;
  12. SW No. 22953/Kampungbaru, Kampungbaru, Tanjunganom, Masjid;
  13. SW No. 65127/Klodan, Klodan, Ngetos (200 M²), Masjid
  14. SW No. 66382/Klurahan, Klurahan, Ngronggot (614 M²) al Ikhwan Mau Wakaf karena Pernah Ditolong

Ada cerita tentang wakaf dari “driver” Ambulan LazisMu Mas Imron. Ceritanya ada salah satu warga dari “Saudara Muda” kita, setelah mendapatkan layanan yang baik dari Ambulan LazisMu, berniat bermewakaf pada persyarikatan. Warga tersebut berasal dari Kecamatan Rejoso.
Namun hingga sekarang belum ada konfirmasi lagi. Beberapa kendala yang ada adalah tanah yang diwakafkan masih belum dibicarakan dengan para ahli waris. Pemilik tanah ini sudah meninggal (suami). Sekarang tinggal istri dan anak-anaknya.

Meski demikian cerita ini memberikan hikmah pada kita bahwa memberi kebaikan takkan hilang. Persyarikatan melalui LazisMu yang memberi layanan yang baik pada warga tanpa pandang bulu: suku, kelompok, organisasi, semata-mata karena kemanusian dan karena ingin raih ridho Tuhan berdampak banyak warga yang berniat mewakafkan tanahnya kepada persyarikatan. Mari kita perhatikan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَ نْفُسِكُمْ ۗ وَاِ نْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا ۗ فَاِ ذَا جَآءَ وَعْدُ الْاٰ خِرَةِ لِيَسٗٓئُوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidilaqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 7)

Penulis : Panggih Riyadi, S.Pd.

Tulisan Terkait

Back to top button