Bupati Nganjuk Mendapat Julukan Bupati Al Ma’un oleh Wamen Dikdasmen

Mengawali sambutannya pada even Halal Bihalal di Pendopo Kab. Nganjuk, Sabtu, 4 April 2026 Bpk. Dr. Riza Ul Haq, M.A., Wamen Dikbud R I, menyebut Bupati Nganjuk sebagai Bupati Al Maun. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa Pemda Nganjuk dan PDM Nganjuk, senantiasa bermitra dan bekerja sama dengan baik dalam melaksanakan program pembangunan dan kerja-kerja sosial di Kabupaten Nganjuk.
Kebetulan juga Bupati Nganjuk bernama Marhaen Jumadi. Mengutip pendapat Bpk. Munir Mulkan dalam bukunya Krismuha menyatakan bahwa anggota Muhammadiyah berwarna, ada Marhaen Muhammadiyah (Marmud) Muhammadiyah NU (Munu). Fenomena ini tak ada hubungannya dengan keyakinan teologi Muhammadiyah. Mahasiswa Kristen yang kuliah/sekolah di pendidikan Muhammadiyah tetap menganut agamanya. Punya pilihan beda dalam persatuan tidak mempengaruhi keyakinan.
Even Tabligh Akbar dan Halal Bihalal yang bertajuk “Memperkuat Ukhuwah Menguatkan Dakwah Menuju Masyarakat Islam Berkemajuan Pak Wamen menyampaikan bahwa yang memelopori Halal bihalal itu Muhammadiyah melalui Majalah Suara Muhammadiyah pada tahun 1924, kemudian tahun 1948 KH Wahab Chasbulah usul ada silaturahmi nasional antara pemerintah dan para tokoh nasional dan disetujui oleh Presiden Sukarno dan diselenggarak di istana negara.
Selanjutnya Beliau menyampaikan bahwa dinamika situasi sosial kondusif, dewasa menyikapi perbedaan merupakan modal yang baik di tengah konflik di Timur Tengah. Beda dengan Amerika rakyat marah gegara bbm naik. Situasi sosial yang kondusif ini merupakan modal yang baik untuk Indonesia.
Bertepatan di bulan Syawal ini, yang artinya bulan peningkatan, sebenarnya merupakan ujian terberat bagaimana mempertahankan amalan ibadah selama bulan Ramadhan di bulan Syawal. Tidak gibah, tidak dusta dan sebagainya termasuk ujian terberat.
Menyinggung Kalender Hujriah Global Tunggal, Muhammadiyah bukan menjadi bughot atau memberontak terhadap pemerintah tapi Muhammadiyah mempunyai hutang peradaban untuk membuat satu kalender yang berlaku untuk Muslim seluruh dunia berdasarkan Quran dan Hadis serta kaidah ilmiah. Ini merupakan proses pendidikan pendewasaan untuk penentuan kalender. Sementara itu Muhammadiyah menganggap bahwa masalah dasar negara sudah selesai dengan dengan suatu pernyataan sikap bahwa Pancasila dan UUD 1945 sebagai Darul Ahdi wa Syahadah. Dakwah Muhammadiyah melampaui batas agama dan Amal Usaha Muhammadiyah melintas batas. Di
Karangasem, Bali satu-satunya swasta di daerah itu adalah Muhammadiyah siswanya mayoritas beragama Hindu. Hebatnya, lomba pidato bahasa Arab yang juara siswa beragama Hindu. Kini di Buleleng berdiri Klinik Muhammadiyah.
Sekolah Muhammadiyah. Di Melbourn Collage Muhammadiiyah mendapat bantuan Rp 39 M untuk pengembangan komplek pendidikan di sana.
Tajdid di bidang pendidikan merupakan suatu keharusan dengan meningkatkan kualitas. Target ke depan sasaran peserta didiknya dari kelas menengah ke atas. Dengan menerapkan kaidah “Ahsanu amala”, siapa yang paling baik amalnya maka sekolah yang paling baik mendidik muridnya menjadi pilihan. Hingga tidak heran jika pendaftaran secara inden di SD Muh. Sapen, Jogja sudah terpenuhi targetnya hingga tahun 2031.
Tantangan Sekolah Swasta ke depan adalah dibukanya Sekolah terintegrasi. Sekolah gratis yang didirikan pemerintah ini merupakan sekolah dari tingkat PAUD hingga tingkat SMA di satu komplek pendidikan. Oleh sebab itu target sekolah Muhammadiyah/ swasta harus menengah ke atas.
Mengapa pemerintah harus tetap melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA)? Tujuannya ingin mengetahui kemampuan siswa. Karena Ujian harian bersifat hafalan, tapi TKA ujian analisis.
Anak-anak kemampuan lebih rendah di TKA ini.
Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa anak sekarang dibanding anak usia yang sama 15 tahun lalu kemampuan literasi dan analisisnya sangat rendah karena anak atau siswa diposisikan sebaga obyek bukan subyek.
Mengakhiri paparannya Pak Wamen menekankan pentingnya fungsi keluarga,
Penulis : Panggih Riyadi




