Tiga Hal Kita Jaga Selepas Ramadhan (Refleksi Pasca Ramadhan)

Sukses puasa Ramadhan diukur dari amalan 11 bulan kedepan. Hal itu disampaikan oleh Prof. Sukadiono dalam Kajian Ahad Pagi Fajar Mubarak PDM Nganjuk, Ahad 12/4/2026 di SMAM 1 Nganjuk. Untuk itu 3 hal harus kita jaga. Yang pertama, kita jaga dan kita teruskan salat malam. Karena salat malam itu banyak manfaatnya : 1) sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah, 2) Dapat menghapus dosa, dan 3) Menghilangkan penyakit psikis dan fisik.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَا فِلَةً لَّكَ ۖ عَسٰۤى اَنْ يَّبْعَـثَكَ رَبُّكَ مَقَا مًا مَّحْمُوْدًا
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 79)
Tadarus dan tadabur
Yang kedua tadarus atau membaca Quran yang tidak sekedar membaca tetapi berusaha memahami dan mengamalkannya. Mengutip pendapat Prof. Abdul Mu’ti membaca Quran ada tiga macam : 1) Sipiritualisasi yaitu ingin mendapat ketenangan hati. 2) Mistikfikasi yaitu punya keyakinan jika ingin banyak rizki banyak-banyak baca surat al Kahfi, atau jika ingin punya anak yang cantik banyak baca surat Maryam, dan 3) Objektifikasi, di sini diibaratkan semacam mitigasi terhadap fenomena alam (sedia payung sebelum hujan) ini seperti ujian orang beriman terhadap nabi. Contoh, ketika Nabi membuat perahu di tengah padang pasir ditentang kaumnya bahkan anaknya sendiri, Kan’an.
Rajin Sedekah
Yang ketiga rajin sedekah. Menurutnya orang yang berarakakter mudah memaafkan biasanya juga mudah berinfak mudah peduli. Kalau kita peduli urusi ketidakberdayaan orang lain, maka Allah juga mengurus kita. Lantas beliau sampaikan QS Muhammad:7,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
“Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَ نْفُسِكُمْ ۗ وَاِ نْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا ۗ فَاِ ذَا جَآءَ وَعْدُ الْاٰ خِرَةِ لِيَسٗٓئُوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidilaqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.”
(QS. Al-Isra’: 7)
Muhammadiyah sebagai Wasilah
Dalam konteks ini Ustadz Sukadiono mengatakan, “Seriuslah mengurusi Muhammadiyah, maka Allah akan lebih baik mengurusimu. Di sini Muhammadiyah sebagai wasilah.
Seperti apakah Muhammadiyah itu? Menurut Pak A R Fachrudin, Orang Muhammadiyah gagah dan “nyah nyoh”. Untuk orang Muhammadiyah jika masuk masjid pakai pakaian terbaiknya, tidak seadanya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَا شْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 31)
Sifat “nyah nyoh” orang Muhammadiyah dilandasi pemahaman dari makna dan nilai Surat Al – Lail ayat 5 – 11 :
- “Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa.”
- “dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga)
- “maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)
- “Dan adapun orang kikir dan merasa dirinya cukuk (tidak perlu pertolongan Allah),”
- “serta mendustakan (pahala) yang terbaik.
- “maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan)
- “Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.”
Guru TK Lebih bertakwa?
Fenomena menarik kekinian. Guru TK gajinya 250.000/bulan infak Rp 25.000 dikatakan oleh Prof. Sukadiono lebih takwa dari rektor. Karena rektor yang tunjangannya Rp 25.000.000 infaknya hanya Rp 500.0000. Fenomena menarik lainnya tentang infak yaitu Masjid Chengho yang disitu banyak mualafnya infaknya per bulannya mencapai Rp15 M.
Penulis : Panggih Riyadi




