Menyatukan Langkah, MDMC Nganjuk Gelar Gladi Lapang Kebencanaan untuk Perkuat Respons Darurat

Nganjuk – Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Gladi Lapang Kebencanaan pada Rabu-Kamis, 23-24 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertempat di Monumen dr. Soetomo, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.
Gladi lapang kebencanaan merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh Organisasi Otonom (ORTOM) Muhammadiyah, yakni Hizbul Wathan dan Pemuda Muhammadiyah. Kegiatan ini menjadi puncak dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Nganjuk.

Wakil Ketua MDMC Nganjuk, Ahmad Burhanudin, menjelaskan bahwa gladi lapang kebencanaan adalah simulasi praktik lapangan yang dilakukan dengan skenario menyerupai kejadian bencana nyata. “Tujuannya adalah untuk melatih respons darurat, menguji efektivitas prosedur operasional standar (SOP), serta melatih kesiapsiagaan masyarakat, relawan, dan instansi terkait secara langsung di lokasi kejadian,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Organisasi Otonom Muhammadiyah, Lazismu Nganjuk, RSI Aisyiyah Nganjuk, dan Tim Ambulance Lazismu. Partisipasi lintas elemen ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mewujudkan sinergi kebencanaan yang terintegrasi, sesuai dengan semangat “One Muhammadiyah One Respon” .
Dalam sambutannya, dr. Mochamad Burhanudin selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang membidangi Kebencanaan menyampaikan dukungan penuh PDM Kabupaten Nganjuk terhadap langkah MDMC. “Kami mengapresiasi langkah MDMC dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia guna penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, terutama jika terjadi bencana di Kabupaten Nganjuk,” tegasnya.

Dukungan pemerintah daerah terhadap kiprah Muhammadiyah di bidang kebencanaan juga telah berulang kali disampaikan. Bupati Nganjuk Dr. H. Marhaen Djumadi sebelumnya mengapresiasi kontribusi MDMC yang dinilai sangat sigap dan tidak diragukan pelayanannya, terutama saat pandemi Covid-19 dan sejumlah bencana .
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, pada sesi akhir kegiatan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil Gladi Lapang sebelum acara ditutup. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pelaksanaan simulasi, sehingga ke depan prosedur dan koordinasi antar elemen dapat terus ditingkatkan.
Dengan terselenggaranya gladi lapang ini, diharapkan seluruh elemen Muhammadiyah di Nganjuk memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dan mampu memberikan respons cepat serta terkoordinasi ketika bencana benar-benar terjadi.
Penulis : Joko Winarto




