Muhammadiyah Jatim Bersemangat Tulis Sejarah

Acara yang diadakan kerja bareng antara Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) dan Majelis Pustaka dan Informasi Digitalisasi, serta PWM Jatim, 4 – 5 Juli 2026 di SMAMDA Surabaya membuahkan hasil yang sangat positif.
Hal ini diungkap oleh Ketua MPID Jatim Dr. Ari Wibowo. Dia heran, biasanya kebanyakan orang males berbicara sejarah, tapi Muhammadiyah bersemangat. Fenomina peminatan sejarah di Jatim luar biasa dalam mengembangkan Islam berkemajuan dalam perspektif sejarah. Banyak kader muda yang tertarik. Hingga layak jika PWM Jatim jadi contoh untuk penulisan sejarah Muhammadiyah di Indonesia.
Pesannya pada para peserta, tulislah peristiwa-peristiwa kecil, karena peristiwa besar itu dari kumpulan peristiw kecil. Peristiwa-peristiwa kecil itu hendaknya diarsipkan secara tertib. Karena arsip yang berisi peristiwa kecil akan menarik dibaca dan dapat menghubungkan peristiwa lain sehingga jejak tokoh takkan hilang.
Sementara itu Dr. M. Rokip mengatakan bahwa Muhammadiyah bisa hilang jika tidak dilakukan penulisan sejarahnya. Dia juga katakan bahwa al Quran itu 80% isinya berupa kisah.

Sedang Dr. Sulthon Amin mekankan pentingnya penulisan tokoh. Salah satu tujuannya adalah mengungkap nilai hidup dan perjuangannya. Sebab jika para tokoh yang mewariskan nilai-nilai tidak ditulis, organisasi besar pun tidak dapat mewariskan nilai-nilai pada generasi pelanjutnya.
Kisah tokoh yang ditulis akan memberikan nilai kehidupan pada generasi pelanjut. Tokoh boleh wafat, tapi nilai perjuangannya takkan wafat. Selanjutnya dia menyampaikan beberapa kompetensi yang harus dipunyai kader. Yang pertama kompetensi keberagamaan dan dan dakwah. Yang kedua kompetensi akademik, yang ketiga kompetensi sosial, dan keempat organisasi.
Kompetensi keberagamaan dan dawah indikatornya adalah keteladan akhlaq dan mampu berdakwa, kompetensi akademi mampu mengedepan akal sehat dan ilmiah berdasarkan sumber yang sahih, kompetensi sosial indikator dari bagaimana menyesuaikan diri dengan jamaah. Dari sini lahir dakwah komunitas. Kompetensi organisasi artinya mampu mengelola organisa dengan baik.
Penulis : Panggih Riyadi




